Pemberdayaan Diri.

Aku sudah seminggu ini memulai untuk banyak membaca tentang Afirmasi. kalau arti kata afirmasi sendiri, berarti pengakuan atau penegasan. jadi dengan melalukan afirmasi kita sebenarnya melakukan penegasan terhadap diri kita sendiri. Aku memulai pertama kali pencarian terhadap afirmasi ini, adalah ketika ada seorang teman memasang story gambar rumah dengan pemandangan gunung, lalu caption dia “Afirmasi nih”. hanya dari peristiwa itu seminggu lalu, aku mulai mempelajari dan akhirnya menulis ini.

effortless success, afirmasi, sukses


Pada banyak artikel yang aku baca, afirmasi banyak digunakan untuk menghipnotis diri sendiri dengan pernyataan-pernyataan positif. untuk membuat kita semakin merasa percaya diri, semakin yakin menghadapi sesuatu, dan sebagainya.

Dalam seminggu ini, ada banyak hal yang aku baca dan tentu saja aku lakukan pula. melakukan penegasan pribadi bahwa aku seorang yang baik, cerdas, sopan, dan sebagainya. memberikan pengaruh pengaruh kedalam pikiran bawah sadar agar mengakui itu. dari banyak artikel pula aku ketahui bahwa ada banyak kasus dimana afirmasi justru ditolak mentah-mentah oleh pikiran bawah sadar kita. 

Pada suatu contoh begini, sekarang gaji kita 2 juta rupiah/bulan, lalu kita berharap kita bisa mendapatkan gaji 10 jt rupiah/bulan dalam 5-6 bulan. dengan malakukan afirmasi seperti ini “Aku akan mendapatkan gaji 10 juta/bulan dalam 6 bulan”. hal ini akan ditolak, karena ada kesadaran kita yang tidak menemukan logikanya. ini yang seringkali membuat afirmasi itu ditolak.

Karena alasan di atas itulah, maka afirmasi mesti dilakukan pada keadaan otak di gelombang theta, pada kondisi ini, biasanya terjadi ketika kita cenderung mengantuk, tetapi masih bisa mendengarkan apa yang terjadi diluar diri kita. nah kalau dalam kondisi ini, menurutku pribadi itu susah dilakukan, karena afirmasi pada saat saat seperti ini. kita sudah tidak bisa berpikir untuk melakukan afirmasi seperti apa. atau pada kondisi baru bangun tidur. kayaknya kondisi ynag kedua pun masih kurang bagus. toh pada keadaan bangun tidur, kadang kadang kita lupa mau ngapain.

Nah, pada pencarian yang sama ternyata kudapati sebuah fakta yang unik namun begitu nyata. lagu, sebenernya sangat berbahaya untuk dinyanyikan. apalagi jika lagu itu kita menyukainya. lirik lagu yang kadang kadang galau, dan kemudian kita suka menyanyikannya, hebatnya lagi diulang-ulang dan dihayati. bisa jadi itu adalah bentuk afirmasi juga. penegasan bahwa dirimu seperti itu. pada keadaan sadar tetapi dilakukan berulang-ulang, akan mebuat kesadaran kita ini seperti mengakui.

Makanya dulu sempat aku tau ada semacam quote “tak perlu mencintaiku, cukup pura pura cinta saja. sampai kamu lupa bahwa kamu berpura-pura.” yap. karena setiap yang dilakukan dengan diulang-ulang itu seperti mengakui diri sendiri seperti yang kita lakukan.

Lalu semakin banyak aku membaca tentang afirmasi, aku semakin tahu bahwa ada kelemahan dalam afirmasi ini, sampai akhirnya bertemu dengan sebuah artikel yang mengajarkan untuk mengafirmasi dengan cara berbeda. jika di cara awal kita melakukan dengan cara, mengatakan “Aku akan mendapatkan gaji 10 juta/bulan dalam 6 bulan”. tentu ditolak. tetapi pada teknik kedua diajarkan untuk mengakuinya dengan mempertanyakan hal itu kepada diri sendiri, yang nantinya akan dijawab oleh pikiran bawah sadar kita.

Pada cara kedua ini, kita mesti bertanya kepada diri sendiri sesering mungkin dengan pertanyaan “Mengapa 6 bulan lagi, gajiku menjadi 10jt perbulan?” seringlah bertanya kepada diri sendiri. teknik ini, akan membuat pikiran bawah sadar kita mencari cari alasan untuk menjawabnya dengan pengakuan. inilah kenapa teknik ini jauh lebih efektif dari pada teknik yang pertama. karena pada teknik yang pertama, kita menyuruh pikiran bawah sadar untuk mengakui bahwa 6 bulan lagi kita bergaji 10jt / bulan. padahal kesadaran kita sendiripun menolak karena “logika” kita. sedangkan pada cara yang kedua ini, kita bertanya seolah kita sudah mengakui. cobalah rasakan? aku yakin ada perbedaanya. 

Dan uniknya, pada teknik kedua ini yang kalau aku menyebutnya “Afirmasi pertanyaan” tapi kalau di internet disebut Effortless Success. Nah, pada teknik ini, kita akan segera mendapatkan respon dari pikiran bawah sadar kita, bahwa itu bisa dicapai atau tidak. caranya sangat sederhana, jika pertanyaan itu membuat kita nyaman, merasa damai. maka bisa jadi hal itu bekerja, tinggal lebih sering lagi ditanyakan. nah kalau masih ragu, gunda dan sebagainya, maka pertanyaannya mesti diganti, dengan pertanyaan yang mengakui sebuah proses. misalnya diganti dengan “Mengapa semakin hari, potensiku mendapat gaji 10jt/bulan semakin dekat? Mengapa setiap bulan gajiku semakin naik hingga tak terbatas?”

Terdengar lebih panjang memang, tetapi aku yakin, dengan pertanyaan proses kita lebih mengakui, bahwa itu lebih masuk akal, dan lebih mudah dicapai. pada kasus ini, aku memulai dengan bertanya setiap pagi “Mengapa Hari ini aku begitu bahagia? Mengapa hari ini pekerjaanku selesai tepat waktu? Mengapa hari ini pekerjaanku adalah karya terbaikku?” dan alhamdulillah, Aku seirng punya waktu untuk melakukan hal lain selain pekerjaan, karena pekerjaanku sudah selesai.

Aku punya referensi jika ingin mendapatkan contoh-contoh pertanyaan affortless success. bukallah disini Cara memprogram diri 6 kali lebih cepat

Dan untuk tulisan ini, Aku bertanya, “Mengapa tulisan ini begitu diminati orang lain?”


Semoga bermanfaat.

Comments