Premarital

Premarital, pernikahan, persiapan pernikaha, persiapan premarital, pranikah
Premarital
sumber : https://www.arenewedlife.com/wp-content/uploads/2013/08/wedded-couple_lightstock_7328_xsmall_user_2155529.jpg

Bismillah…
Malam ini aku lagi ingin menulis yang baik baik saja. Dan tentu saja berpandangan baik terhadap apa yang sedang aku alami akhir akhir ini. Kegalauan yang kebanyakan dirasakan oleh pemuda dan pemudi masa kini.
Baik, Judul artikel ini adalah Premarital. Kata ini pertama kali aku ketahui ketika seseorang yang sedang berta’aruf denganku mengajak premarital check up (Cek kesehatan sebelum menikah). Ini dasarnya kata yang aku sampaikan sebagai judul adalah premarital (pra nikah).
Apa yang ingin aku sampaikan sebelum menikah?
Bukan apa yang ingin aku sampaikan sebenarnya, tetapi apa yang aku ingin tahu, dan apa yang ingin kamu tahu. Ini untuk pengenalanku dengan perempuan yang sedang ta’aruf denganku.
Menikah itu, adalah ibadah yang terus menerus, dua puluh empat jam dan dan seumur hidup. Jadi, apakah salah ketika kita ingin mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kebutuhan kita hari ini?
Dalam setahun ini, ada pertanyaan Visi - Misi Pernikahan. Ada yang tau tidak? Ternyata pertanyaan Visi-Misi menikah tidak banyak orang yang memilikinya. Kebanyakan hanya berjalan apa adanya saja. Menghadapi pernikahan sambil berjalan saja. Oke. 
Apakah seperti itu tidak baik? Aku tidak tahu, karena penilaian baik itu bergantung pada kapasitas pengetahuannya. Setiap orang akan berlaku relatif untuk menilai seseorang itu baik atau tidak.
Aku mendapatkan pertanyaan dari dua perempuan soal Apa Visi-Misi pernikahanku. Sejak saat itu, aku pun benar benar mempersiapkan Visiku dalam pernikahan, Misiku dalam menghadapi pernikahan. mudahkah membuatnya? Tidak juga. Karena mudah atau tidak bergantung dengan seberapa jauh cara berpikirnya.


Visi-Misi Pernikahan
Premarital, pernikahan, persiapan pernikaha, persiapan premarital, pranikah
Visi-Misi

Persiapan pernikahan yang sedang aku lakukan saat ini, adalah persiapan dari sisi diri sendiri. Mempersiapkan diri, jika aku sudah menikah, mau seperti apa keluargaku. Mau kubawa kemana keluargaku, mau aku hidup berkeluarga dengan cara apa?
Cara sederhana untuk membuat Visi pernikahan adalah dengan menelaah diri sendiri dan bertanya kepada diri sendiri. Sebenarnya menikah untuk apa? Apa alasan yang benar benar mendasar kita harus menikah?
Apa tujuan yang akan dituju dalam pernikahan? Apakah ingin memiliki anak banyak? Apakah ingin memiliki pasangan agar selalu ada yang menemani setiap traveling? Apakah ingin memiliki istri karena tidak ada yang mengatur keuangan pribadi? Apapun tujuannya, itulah visimu. Tetapi tujuan yang realistis.
Setelah menjawab pertanyaan pertanyaan itu, Kemudian tulis lebih jelas dengan kalimat yang lebih sederhana. Agar lebih mudah diingat dan lebih merasuk dalam memahami. Ini yang aku lakukan.
Setelah visi itu sudah ada. Lalu pertanyaannya adalah bagaimana mendapatkan tujuan itu? Ini bukan pertanyaan bagaimana mencari istrinya. Ini bagaimana membuat rencana pelaksanaan untuk mencapai visi yang tadi ditulis. 
Rencana rencana ini benar benar aku tulis agar aku punya master plan untuk berjalan dalam keluarga kelak. Mungkin tidak se-deskriptif buku panduan. Tetapi dengan kalimat-kalimat sederhananya, aku bisa mencari jalan jalan sederhana untuk bisa menapak langkah demi langkah ketika nanti berkeluarga.
Misi yang sudah aku siapkan, berlaku hampir seumur hidup bisa diusahakan untuk dilakukan. Dan dengan pegangan Misi ini, kita bisa mencari penjabaran penjabaran lain untuk kita melangkah.

Kriteria
Premarital, pernikahan, persiapan pernikaha, persiapan premarital, pranikah
Check list untuk kriteria
Sumber : https://blog.sribu.com/wp-content/uploads/2012/02/5513623937_Job_Criteria_xlarge.png

Dan setelah misi sudah disiapkan. Barulah aku jabarkan untuk Misinya. Karena siapapun pasangan nanti, akan dibawa berkehidupan dengan misi tadi. Dan akan diajak menuju kepada Visi tadi.
Kriteria kriteria inilah yang kemudian akan menuntun, apakah si dia sudah sesuai, kurang sesuai, atau tidak sesuai. Karena menurutku, tidak ada orang sempurnah yang bisa menyesuaikan dengan kriteria yang dipunya. 
Aku memiliki beberapa kriteria, dan ketika aku coba untuk tanyakan, maka yang aku dapati adalah, “mungkinkah ada perempuan seperti ini?”.  Aku heran. Aku justru bertanya, “mungkinkah tidak ada?”
Tidak ada orang yang sempurnah. Tetapi pasti ada orang yang sesuai dengan kriteria. Bukan tidak mungkin, tetapi tidak mudah.

Dari hasil bagaimana aku menelaah diri, memiliki Visi pernikahan, memiliki Misi pernikahan, dan memiliki kriteria istri idaman. Aku memiliki kesimpulan, ternyata banyak diantara orang orang dekatku, tidak memiliki atau tidak mempersiapkan bagaimana pernikahan akan dijalankan. Mungkin saja pernikahan yang aku jalani nanti tidak sesuai harapanku. Tetapi aku lebih senang karena aku memiliki tujuan dan harapan. Bukan mengalir hidup seperti air mengalir.
Karena hidup harus punya tujuan, jika asal bisa makan, Burung pun hidup asal bisa makan. Jika Asal bekerja, Kerbau di ladang juga bekerja. 

Semoga bermanfaat. Belajarlah dari orang lain yang lebih berilmu (jangan belajar di blog ini). 

Comments