Keyboard

Aku benar-benar heran. Hanya dua bulan ini saja, aku mengerti ada perubahan dalam diriku, aku yakin aku sebenarnya baik-baik saja. Kalaupun aku sakit saat ini, aku yakin kedepannya aku akan baik-baik saja. Karenanya aku meneruskan kebiasaan lamaku, yaitu menulis.
Yang paling aneh malam ini, keyboard tempatku mengetik ini seolah-olah tidak mau kupijit, tetapi hurufnya sampai di layar tabletku. Kadang juga seolah ia berbicara mengenai kesedihannya.
Keyboardku ini sedih karena ada beberapa huruf saja yang sering sekali tersentuh jariku, sedangkan beberapa huruf lainnya jarang sekali disentuh. Lalu ia sampaikan kepadaku bahwa butuh kesetaraan diantara tombol mereka, agar keyboard ini tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Entah sebenarnya keyboardku ini benar benar membisikan itu atau hanya syetan tengah malam yang menyampaikan kepadaku. Tapi aku mulai berfikir, apakah ada kata yang lain yang bisa menyentuh semua huruf di keyboard ini? Aku juga bingung. Lalu aku tanya, “hey koeybord, huruf apa dari dirimu yang paling jarang aku sentuh?”. Tidak ada jawaban.
Ah, bagaimana mungkin keyboard ini menjawab. Bodohnya aku bertanya demikian. Lalu “zzzzzzzzzzzzzzzzzzz”.
Apa ini? keyboardku mengetik sendiri. Oke, lalu aku ketikan lagi ; zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz. Tidak banyak, tetapi aku sudah tau huruf yang paling jarang aku ketik. Kemudian aku masih bertanya, tombol manakah yang aku juga jarang sekali menyentuhnya?
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQQ
HEY, kenapa banyak sekali menulis huruf Q? Kau cukup menulis sejumlah huruf Z saja seperti tadi. Aku sudah mengerti bahwa huruf itu yang jarang aku sentuh.
Lalu seperti ada bidadari menyetuh keyboardku, lembut sekali. Dengan suara setiap detik satu huruf. “ctik, ctik, ctik, ctik, ctik, ctik, ctik, . . .”
“Aku sangat senang bisa menemanimu setiap malam. Membaca setiap cerita dan isi pikiranmu melalui huruf demi huruf dipisah spasi yang kamu ketikan. Tapi aku merasa kasihan kepadamu. Janganlah selalu memikirkan tentang “Aku”/Q. cobalah memikirkan bagaimana mereka memikirkan kamu.”
----
Keyboard
keyboard

Oh, ternyata keyboardku sudah selesai menulisnya.  Ada 269 karakter yang diketikannya. Dan butuh 269 detik untuk selesai menulis itu.
Aku tidak mengerti, kalimatnya merdu kubaca. Kemudian di sudut paling kotor dari ruang hati yang tak punya lampu dan tidak berpenghuni seolah berteriak ingin bertanya. Dan anehnya aku langsung saja bertanya.
Hey keyboard, kamu cewek apa cowok?
------


#blankidea

#Puisi #Kumpulan #KumpulanPuisi #cerpen #kumpulanCerpen #blankidea #PuisiCinta #CerpenRomantis #Cerita #CeritaPendek #Blog

Comments