Di malysia ketemu . . . .

Lagi ada project.
ya itu yang sedang terpikir di otakku sekarang. Project apakah??
hanya project main main. Tetapi emang pakai uang. Hahaha project yang pertama adalah menjadikan diriku sebagai pohon beringin yang tak terlalu tinggi tapi bisa menaungi banyak orang.
ya intinya sih kayak muluk jadi seorang pahlawan gitu. Tapi bukan dalam arti pahlawan ya. Intinya hanya karena aku gak bisa nolak kalau di mintai untuk nolong orang. Hahahaha

Bayangkanlah ketika kamu bisa membantu temanmu yang memang sedang butuh bantuan kamu. Bahagiakan kalau bisa nolong?? Nah itulah yang aku rasakan. Bukan untuk sesuatu di belakang. Tetapi karena memang mebantu itu hal yang menyenangkan.

Nah pengalaman menolong yang akhirnya sekarang aku merasa di tipu itu ketika hari kedua aku di Malaysia. Oh, tepatnya hari ketiga.
Hari itu masih pagi jam 6 pagi. Disana jam 6 pagi masih terdengar adzan subuh. Aku keluar hotel di wilayah china town. Pergi ke arah masjid jamik. Sepanjang jalan banyak aku temua "gelandangan" yang tidur di pinggir pinggir jalan. Dari masjid jamik, aku coba untuk naik rapidKL yang memang ternyata sudah beroperasi, walau ternyata jam segitu yang jadi penumpang hanya petugas rapidKL saja hahaha.
Ketika muter muter pakai kereta. Balik lagi ke arah pasar seni. Disini ini ketemu orang yang mungkin akan tetap ada di ceritaku ini.

Disebelah pintu pasar seni seorang dengan wajah india (mungkin bangladesh, mungkin pakistan aku tidak terlalu bisa mebedakan). Dia berbicara sesuatu sambil menggerakan tanggannya ingin meminta makan. Awalnya ku tak dengar dia ngomong apa, tetapi kemudian aku ucapkan dalam bahasa inggris "what u want?"
"I want money"
"You want money or food??"
"I want money for by food"
"If I bring you to eat together, u want or not?"
"Yes, it is ok."
"Ok"
langsung aku ajak ke kedai yang masih buka di situ. Karena memang puasa, jadi sepi pembeli.

Di tempat makan itu ia bercerita bahwa dia asli Ipoh, kota kecil yang cukup jauh dari KL. Dia datang ke Kuala lumpur ternyata di tipu temannya, katanya akan di berikan pekerjaan, ternyata job yang di sipakan untuknya udah di masukin orang lain. Jadinya ya dia sampai di KL nganggur. Ketika makan dia ingin ikut ke kamar hotelku, kubilang kau gak mau, lalu dia cerita kalau ingin pulang.
ku bilang aja, kalau aku ngasih duit gak mau. Tapi kalau aku bantu belikan tiket, oke ayo cari tiket bareng. 
Akhirnya pergilah ke stasiun, sampai disana tanya untuk yang pergi ke Ipoh harganya RM 25 untuk perjalanan malam. 
Aku bilang mau gak ku belikan untuk malam ini? Atau maunya siang ini saja? Katanya jangan dulu, alasannya barangnya ada di kamar temannya, dan dia gak bisa hubungi temannya itu kapan temannya pulang. Jadi??
masih merayu kalau bisa dia di kasih duit aja, jadi kalau barangnya sudah bisa di ambil dari temannya, dia bisa langsung beli dan pulang. 
Dan karena saat itu sudah hampir jam 9 pagi. Aku harus siap siap cek uot untuk pergi ke bandara, maka aku gak mikir panjang, ku kasih aja RM30, setelah itu aku pamit pergi.
Sebelum pisah dia sempet minta Facebooku, jadi katanya dia bisa ngasih kabar ke aku kalau dia dah balik ke Ipoh, sayangnya sampai sekarang belum ada kabar. 
Pikiran negatifku bilang, kalau dia sebenarnya nipu aku. Sedangkan pikiran positifku bilang, mungkin saja dia dah dapat kerjaan baru, atau kehilangan alamat FB ku. Hehehe
tapi pikiran yang ingin kujaga adalah, gak usah dipikirin dillahaa. Hahaha
Pasar seni Malaysia
Ini orang yang aku ceritakan tadi

Pasar seni
Kalau ini ketika aku di pasar seni.,

Comments