Berbagi

Pembicaraan yang cukup produktif untuk malam ini. Berbicara mengenai masa depan yang memang harus direncanakan. 
Rencana masa depan yang selalu keluar dalam benakku adalah keinginanku untuk memiliki rumah sendiri sebelum usiaku 30 tahun. Aku bahkan tidak tahu caranya untuk bisa mencapai itu, tetapi keyakinanku cukup kuat untuk bisa meyakinkanku bahwa aku pasti bisa mencapai itu. 
Pernah dulu ketika aku masih kerja di rumah salah satu mantanku (waktu itu blm jadi pacarnya) aku pernah sampaikan ke Ibunya kalau aku ingin punya rumah sendiri sebelum aku menikah. Rumah yang sebut saja "asal bisa di tempatin". Baru setelah menikah aku ingin memperbaiki dan membangun lebih besar rumah itu bersama istri.
Lambat laun keinginan itu tidak memudar, hanya saja mungkin berganti topik, dari mulai mencari brosur perumahan hingga cari tau bagaimana persyaratan kredit rumah di bank.
keinginan berikutnya ketika aku mencapai usia 25 tahun adalah aku ingin memiliki usaha sendiri. Entah usaha apa itu aku bahkan belum memikirkannya. Dimulai dari bagaiaman aku bisa membuat program sendiri dan aku jual. Tetapi aku gagal di seperemapat jalan. Kemudian mencoba untuk jualan online. Aku sudah memulai dengan menjual celana dalam khusus cowok, sebenernya cukup berjalan bisnisnya, tetapi tidak semudah yang aku pikirkan. Akhirnya berhenti juga. Sebenarnya aku kurang sabar saja. Kemudian aku coba juga untuk jualan voucher Hotel. Sudah iklan dimana mana (iklan gratisan tentunya), tidak ada yang pesan. Begitu uplineku soal voucher hotel tiba tiba gak bisa di hubungi, ternyata ada beberapa orang yang nanyakan hotelnya. Ternyata, lagi lagi kurang sabar.
Selanjutnya berfikir bagimana berinvestasi, sudah mulai menabung emas, menabung online emas, belajar forex, belajar reksadana, mempelajari saham dan sebagainya. Sedikit sudah ada yang diterapkan, tetapi masih belum menyimpulkan akan ada manfaatnya sekarang atau tidak. 
Sejauh ini investasi yang benar benar real kulakukan adalah investasi dalam bentuk "pengetahuan". Scara fisik aku sering membeli buku. Suka dengan artikle yang membangung diri. Suka dengar banyak pendapat orang lain meski belum tentu aku setuju dengan itu. 
Sahabat terdekatku pun sampai pernah bilang "dirimu kalau soal pakaian aja jarang banget beli, tapi kalau buku hampir tiap mingu, gak pake lihat harga lagi?". Ketika aku pernah membeli buku seharga 200rb. 
Dan malam ini dapat pencerahan baru mengenai investasi pengetahuan. Bagaimana menginvestasikan dana kedalam bentuk keterampilan yang produktif. Kedalam bentuk Karya yang nyata. Karya yang nantinya akan mebawa diri menjadi manusia produktif.
Ia membagi pangalaman teman temannya, dan tentu saja termasuk pengalamannya juga. Sebagai contoh temanku ingin agar aku belajar lebih serius di pemrograman website. Karena pada dasarnya ketika kita mempunyai keterampilan membuat website, kita bisa menjual diri agar ada orang yang menyewa jasa kita membuatkan websitenya. Atau kita punya keterampilan untuk membuat lukisan yang berniali seni tinggi, mengedit photo atau keterampilan tulisan. Bebas saja, asal kita memang benar benar mempunyai keterampilan. Karena tanpa keterampilan untuk meproduksi sesuatu, sebenarnya kita hanya akan bekerja dengan otot dan otak kita untuk menghasilkan suatu produk bagi orang lain. 
Tinggal sekarang yang aku merasa belum memulai inestasi adalah investasi keberanian. Menanam keberanian untuk mengubah hidupku sendiri. Walau keyakinan sudah tumbuh dari bertahun tahun lalu, tetapi blm berjalan dengan optimal. 
Buat temen temen yang sudah membaca ini, sudah sampai manakah investasimu untuk mempersiapkan masa depanmu?
Semog ada masukan yang membangun untuk balasan tulisan ini.
Sekali lagi, ini tulisan yang sebenernya tak perlu kamu baca.

Comments