Pagi merindu

nama google
Dear Kamu.
Terkadang rasa kangen tiba-tiba saja menyentuh. Entah ketika sedang sangat sibuk ataupun sedang sendiri.
Hampir setiap hari aku tidak terputus dari internet. Dan kamu tau apa yang kulakukan ketika aku kangen kamu? aku mengetik namamu di google. Bukan hal teramat susah, namamu ada banyak di daftar index database google, bukan nama yang mirip dengan namamu. Tapi memang namamu. Pagi ini aku mengulangnya. Yang muncul memang masih sama dengan 3 bulan lalu ketika kuketik namamu di halaman google. Tidak ada yang beda.
Tapi kamu tau? hingga saat ini ada satu foto yang menurutku sangat bagus, dan itu selalu muncul di google. Di ambil sejak 2012. Aku tau kau begitu menyukai foto itu, fotomu sendiri. Diambil scara candid oleh temanmu. Di acara reuni bareng teman-teman sekolahmu dulu. Aku tau, karena ketika itu aku pacarmu. Ya, aku pun suka sekali dengan foto itu. Entahlah, kamu begitu dewasa dan anggun di foto itu. Sangat berbeda dari biasanya.
Jujur aku tidak tau kebiasaanmu hari ini, belakangan ini, tepatnya sejak 2014 aku sudah tidak tau kamu. Entah kabarmu sekarang seperti apa. Aku mau bertanya sepertinya sudah malu. Bukan malu karena kamu sudah punya pacar. Tapi karena derajatmu yang terlalu tinggi dariku. Pendidikanmu jauh lebih tinggi dibandingkan aku, punya 3 title di belakang nama, dan lulusan universitas luar negeri. Pekerjaanmu menjadi seorang yang punya posisi di universitas negri di Indonesia dan masuk di usia muda, 25 tahun. Dibandingkan aku? hehe, aku hanya pungguk merindukan bulan. Dan pagi ini, ada pungguk menulis bualan.

Pagi ini aku kangen kamu. Kangen saja. Setelah kita putus aku sama sekali tak punya kesempatan bertemu kamu. Mungkin memang sebaiknya tak pernah bertemu. Mungkin kangen inilah yang bagus untuk aku bisa melihat kesalahanku.
Aku tidak tau bagaimana kita akan bertemu nanti jika tuhan menceritakan kisah kita untuk bertemu. Entah di pernikahanmu? Atau di tempat lain scara tidak sengaja. Yang pasti aku tidak ingin bertemu. Aku malu.
Jika temanku bertanya apakah aku masih mencintaimu. Aku sudah mantap untuk menjawab tidak. Ya, aku yakin aku sudah tidak mencintaimu, setidaknya tidak secinta dulu. tidak mengharapkanmu seperti mengharapkanmu dulu. Aku sudah bisa menerima bila memng aku bukan untukmu. Dan memang bukan untukmu. Ada gadis lain yang sudah kupilih dihatiku, kusebut dalam doaku, ku aminkan dalam harapanku. Tapi kangen kamu itu hal beda. Kangen kamu, hal yang tiba tiba saja menghentikan aktifitasku.
Semoga aktifitasmu tak pernah berhenti hanya karena teringat padaku.
Terima kasih

Comments