Dandanmu

Hari sudah senja. Aku bertandang ke kostmu. Kamu masih mandi. Ada teman temanmu menatapku agak asing. Ya, mungkin karena ini pertama kalinya aku apel kekostmu.
Duduk di teras, sambil mencoba mengingat-ingat apa yg nanti bisa q ingat setelah pergi dari sini. Ada kursi panjang, tapi tak ada meja. Ada bekas sangkar burung, ada ban bekas pula disudut sebelah pagar.

Gerimis datang, dan kamu belum muncul. Waktu itu kamu sudah siap pergi. Sudah dandan cantik, kuharap kamu dandan untuk aku. Sayangnya gerimisnya pergi, hujan yang datang.
Dan kita tak jadi pergi. Dengan sedikit kecewa kita sama sama tertawa. Menertawakan rencana yang kita tak bisa jalani. Menertawakan bagaimana keinginan kita nonton pameran humster. Dan siapa tau kamu bisa beli untuk di pelihara.
Hingga beberapa saat, kita masih duduk di bangku teras kostmu. Sambil tersenyum tanpa berkata apa apa.
Kamu pergi kedalam kamar setelah kesadaran kita pulih. Qm ambil 2 gelas air putih dan setoples kecil marsmellow rasa strowberry.
Kita habiskan waktu hingga jam 9 malam. Aku pamit dan pulang, tanpa membuat janji apa apa. Tanpa merencanakan lagi untuk pergi kesuatu tempat. Karena kemanapun yg akan kita tuju, bersamamu sudah cukup.
Satu hal yang aku tak akan pernah lupa, sengaja ataupun tidak.





Saat itu, kamu berdandan cantik untukku.



Terima kasih, kekasih.

Comments