Aku Tak Peduli

mengobrol denganmu.
itu yang terpenting.
aku tak peduli lagi dengan saran dari sahabat-sahabatku.
pandangan dari teman-temanku.
yang memintaku menjauhimu
aku tak peduli.

yang aku tau, hatiku mencintaimu.
aku merasa nyaman ngobrol denganmu.
padahal aku tau pasti.
kamu tak pernah sekalipun menanyakan sesuatu kepadaku
kamu hanya menjawab pertanyan-pertanyaku dengan singkat.
bahkan cenderung seperti tak berkenan menjawab.
dan tidak jarang pula kamu memang tidak mau menjawab.

tapi aku tak peduli,
asalkan bisa berbicara denganmu.
aku senang, aku tenang.

apapun yan kamu ceritakan, itu mengagumkan untuk kubaca.
ya, kubaca. aku hanya bisa membaca tulisanmu.
mendengar suaramu hanya sekali kemarin,
setelah lebih setahun aku tak mendengarnya.

bagimu, mungkin dan sangat mungkin,
pertanyaanku hanyalah kalimat konyol tak penting.
tak masalah.
aku pun tak mementingkan pertanyaanku.
aku hanya cukup dengan membaca jawabanmu.

kau sudah punya kekasih.
aku tak peduli.
aku tidak mengganggumu dengan dia.
aku tidak mengajakmu bertemu lagi seperti ketika kamu masih dengan yang lama.
aku tidak memaksamu melakukan apapun yang aku minta.
aku bahkan hanya memintamu untuk mau ngobrol denganku.

melapaskan hatiku darimu atau pun membuatmu kembali,
rasanya sangat berat keduanya.
memilih yang manapun tetap saja aku bersusah hati.
dan aku lebih memilih untuk tetap ngobrol denganmu.
itu menjauhkanku dengan kegundahan.

kau mau cerita kekasihmu pun aku tak peduli.
kau mau bilang keburukanku pun aku tak peduli.
aku hanya ingin berbincang denganmu.
selama mungkin, ngobrolin apapun meski tak penting.

semua orang menyebutku kepala batu.
tak bisa dinasehati sama sekali.
lalu kutanya, letak salahku dimana?
aku mencintanya, itu salah? aku merindukannya, salah juga?
aku mengajaknya bertemu / mengganggunya? tidak kan?
aku hanya ingin tau dia
apapun tentang dia
bahkan hal yang begitu sepele

Comments