Dungunya Aku Jika tak katakan "Ahamdulillah"

Betapa dungunya aku,
Kepintaran otak dan kelincahan jariku menuliskan bait-bait Puisi,
Selalu kugunakan hanya ketika hati ini telah dalam kelukaan.
Yang di setiap barisnya, menuangkan berjuta rasa Kepedihan,

Dimana Bait-bait ini,
Seolah cerminan Luka yang tak berujung dan tak pernah sembuh
Seolah Kekecewaan yang tiada tara, tiada batas, dan tiada berakhir.

Tapi kini,
Ketika kebahagiaanku bermekaran seperti Sakura di musim semi
Tak kuasa hatiku merasakan keindahan karyaku,
karena tak lebih indah dari kebahagiaanku.

Ku coba untuk menulis Satu saja kata yang paling indah,
Tak pernah kutemui.
Ku kumpulan Ratusan kata indah
agar mampu mewakili keindahan rasaku,
tak juga bisa mewakili.
Bahkan kumpulan buku Puisipun
masih belum mampu untuk mengungkapkan kebahagiaan ini.

dan ketika kejernihan jiwaku telah nampak,
akupun tersadar
Bahwa kebahagiaanku jauh lebih besar di banding kesedihanku
meski kesedihan itu berlipat-lipat.

Alhamdulillah. . . .

Comments