Dokter (Melukis) Dokter

Pembeli bertanya “Lukisanmu indah. Apa temanya?”

“Sederhana, Hanya kesederhanaan.” jawab Pelukis.

“Berapa kamu jual Lukisan ini?”

“Aku tak pandai memberi harga.”

“Jadi?”

“Sepantasnya saja kau yang memeberi harga!”

“Ohh??, aku lupa. Kau bukanlah pengusaha.”

“ya, aku tak bakat berniaga.”

“Kau ini berbakat jadi pelukis.”

“Aku berniat jadi dokter. Aku menjual lukisan ini untuk biaya kuliahku di kedokteran.”

“kenapa?”

“ku pikir, aku akan bisa bahagia ketika bisa menyalurkan pertolongan tuhan lewat tanganku. Membantu orang mendapatkan kesehatannya kembali.”

“Kenapa kau tak fokus jadi pelukis saja? Sekarang kau sudah bisa menjual lukisanmu, itu artinya, bakat melukismu sudah tersalurkan dan diterima oleh masyarakat. Melukis sudah jelas memberimu pekerjaan dan penghasilan. Kalau ingin menyenangkan hati orang lain, sebagai seniman buatlah sebuah lukisan yang ketika orang melihatnya bisa terpesona dengan keindahannya dan merasa tenang! Bagaimana?”

“Hhmmm,. . . aku belum pernah berpikir seperti itu.”

Bulan  berikutnya

Pengunjung berkata “Lukisan apa ini?”

“Pelukis?. . .” jawab temannya.

“Sepertinya bukan. . .”

“Dokter?. . .”

“Mungkin, tapi mengapa dia pegang kuas pada kanvas?”

Comments